jump to navigation

(Dari) Training Menulis Feature di Weleri Agustus 30, 2008

Posted by Irvan Syaiban in Menulis, My Work(s).
trackback

Hebat! Rasa salut yang dalam saya haturkan kepada peserta dan panitia Training Jurnalistik “Menjadi Jurnalis Profesional” di Kendal. Pada siang hari yang panas, tanpa AC dan hembusan angin dari kipas angin, peserta training jurnalistik yang diadakan Ikatan Remaja Muhammadiyah Kendal ini masih mau konsentrasi mendengarkan omongan dan celotehan saya.

Ceritanya bermula dari proposal yang diajukan oleh IRM Kendal yang mau mengadakan training jurnalistik pada Selasa 26 Agustus 2008. Sesuai plot yang mereka rencanakan, Elfata diminta mengisi materi penulisan feature pada sesi kedua, yaitu pada pukul 10.00-13.00.

Berhubung tokoh-tokoh redaksi baru pada ke Saudi, sayalah yang diserahi amanah untuk mengisi training penulisan feature tersebut.

Entah karena memang kebiasaan orang Indonesia, acara berjalan molor. Saya yang meminta panitia untuk dipindah ke jam 13.00 gara-gara jarak yang jauh Yogya-Weleri, akhirnya terkabul juga. Tapi, jam 13.00 itu tetap terhitung sesi kedua. 🙂

Entah karena memang kebiasaan PLN -kalo ini tampaknya memang iya- listrik mati. Alhamdulillah, ada mikropon wireless yang dapat digunakan.

Karena listrik mati itu pula, kipas angin yang berfungsi untuk mengusir gerah daerah Pantura ini tak berfungsi. Gedung aula AKPER Muhammadiyah rasanya jadi panas banget. Herannya, dan salutnya, peserta training ini masih konsentrasi dan semangat lho waktu saya isi materi. Padahal, siang-siang lagi.

Ternyata pula, listrik mati ini melanda satu kecamatan Weleri. Qadarallah, panitia baru memfotokopi hand-out yang saya kirim via email pada pagi harinya. Dus, ketika listrik mati, hand-out tersebut belum selesai difotokopi. Jadinya, ketika saya menyampaikan materi, teman-teman SMA yang jadi peserta pun terpaksa mencatat apa yang saya sampaikan. Lagi-lagi, heran dan salut terhadap mereka. Di siang hari yang gerah mereka masih mau mencatat.

Selain panitia, terus terang saya juga agak kelabakan dengan listrik mati ini. Berhubung kejaran tenggat waktu Elfata yang semakin dekat plus persiapan terbitnya buku-buku Fatamedia, terus terang untuk training ini saya agak mengandalkan presentasi digital yang saya buat. Karena listrik mati, presentasi cakep buatan saya itu nggak bisa nongol di LCD proyektor. Apa boleh buat, materi disampaikan dengan contekan/kepekan.

Ternyata teman-teman SMA ini memang hebat dan tetap semangat walau listrik mati dan udara panas. Materi terakhir adalah manajemen keredaksian yang disampaikan oleh mas Deny Kurniawan dari Kuntum. Saat diminta membuat tim redaksi kecil-kecilan pun mereka semangat banget.

Dari training jurnalistik “Menjadi Jurnalis Profesional” ala IRM Kendal di atas, ada hikmah yang saya tarik. Pertama, ingatlah PLN jika Anda mengadakan sebuah acara. Sebenarnya hampir saja ini mau saya beritahukan ke panitia hari sebelumnya. Soalnya, sepekan sebelumnya saya mengadakan rekruitmen reporter tetap tanpa listrik juga, padahal beberapa perangkat tes harus disupport oleh dagangan PLN itu. Kembali ke laptop listrik, karena ulah PLN itu, sebaiknya Anda menyediakan perangkat cadangan. Panitia training di atas sudah cukup baik dengan menyediakan mikropon wireless. Sediakan juga whiteboard dan alat tulisnya sebagai cadangan tak berfungsinya proyektor.

Kedua, tetaplah semangat apa pun yang terjadi. Mayoritas delapan puluh peserta training di atas tetap semangat dan antusias walau listrik mati. Menurut saya ini langka. Lha wong datang ke training kayak gini saja sudah saya hargai, apalagi perhatian banget di tengah udara panas tanpa penyejuk ruangan.

Kepada panitia dan peserta: salut! Terima kasih, Kendal!

Iklan

Komentar»

1. Rogmad Safrudin - September 8, 2008

Thank’s buat elfata yang mau ngisi pelatihan jurnalistik di kendal, saya mewakili panitia dan PD IRM Kendal minta maaf ats segala kekurangan yang terjadi. semoga di lain waktu kita bisa kerja sama lagi.
sukses buat Elfata dan mas irnan,

Ketua panitia

Rohmad Safrudin

2. Bram - September 16, 2008

pak wir, mulai naik daun (lagi) nih… Cuman ati2 aja kalo pasang foto, ntar makin “terkenal” lho! Kasus saya di kabarindonesia juga mulai heboh, he..he..he. Tetep semangat…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: