jump to navigation

Terdakwa Bernama Saddam Hussein November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in What Really Happened?.
add a comment

Saddam Hussein kini duduk di kursi pesakitan. Tuduhan demi tuduhan diajukan kepadanya. Dari penyiksaan sampai pembunuhan massal. Saddam berkata bahwa ini adalah pengadilan rekayasa Amerika Serikat baginya. (lebih…)

Yang di Pentagon Juga Misterius November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in What Really Happened?.
add a comment

Tidak hanya serangan ke World Trade Center yang diliputi misteri. Serangan 11 September 2001 ke Pentagon pun menyisakan banyak misteri. Dilaporkan, serangan ke Pentagon dilakukan oleh pesawat Boeing 757 American Airlines bernomor penerbangan 77 pada 9.37. Pesawat ini menabrak sisi barat gedung Pentagon. (lebih…)

Tragedi WTC yang Masih Misterius November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in What Really Happened?.
7 comments

Lima tahun sudah tragedi serangan 11 September (9/11) ke gedung World Trade Center (WTC) berlalu. Akibat serangan ini banyak kaum muslim yang teraniaya. Afghanistan dihancurkan. Kekerasan dan teror banyak dialami oleh kaum muslim. Islam dan orang Islam menjadi dibenci.
Banyak orang menganggap Al-Qaeda-lah yang bertanggung jawab atas serangan itu. Mengapa kita tidak berpikiran bahwa bisa jadi serangan itu bukanlah dilakukan oleh orang Islam namun dirancang oleh Amerika Serikat (AS) sendiri untuk menghancurkan umat Islam dan citra Islam? (lebih…)

Misteri Holocaust November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in What Really Happened?.
15 comments

Setiap bulan Mei, tepatnya tanggal 9, dunia Barat, khususnya mantan pasukan Sekutu, merayakan berakhirnya Perang Dunia II. Bagaimana pun juga, perang yang akibatnya hampir melanda seluruh dunia itu telah menorehkan sejarah tersendiri bagi umat manusia. Dunia masih ingat, Perang Dunia II menyisakan kenangan tentang kekejaman paham ultra-nasionalis Nazi, dan holocaust. (lebih…)

Membangun Citra Diri Positif November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
13 comments

Mencintai orang lain? Wah, itu biasa dilakukan remaja seusia kita. Mencintai diri sendiri? Nah, ini malah belum tentu bisa dilakukan dengan baik oleh remaja seusia kita.
Mencintai diri sendiri bukan berarti kita menjadi orang yang sombong lagi takabur. Mencintai diri sendiri malah lebih cenderung kepada mensyukuri apa yang Allah berikan kepada diri kita. Dalam ilmu psikologi populer, mencintai diri sendiri berarti adalah kita memiliki citra diri yang positif. (lebih…)

Komunikasi Berempati November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
3 comments

Siang-siang, rapat panitia kegiatan anu berjalan gerah di ruang OSIS. Ketua panitia merasa anak buahnya tak dapat mengerti apa yang ia sampaikan, padahal papan tulis sudah penuh dengan corat-coret tulisannya. Para anak buah nggak mau kalah, mereka merasa ketua panitia-lah yang nggak menguasai permasalahan sehingga penjelasannya malah membingungkan.
Wah, kalau begini permasalahan komunikasi-lah yang terjadi. Mungkin ketua panitia memang tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Atau malah sebaliknya, ketika mendebat, para anak buah juga tidak bisa mengkomunikasikan protes atau usulnya dengan baik. Nah, kalo gini masalahnya, semua pihak harus menggunakan empati saat berkomunikasi. Inilah saatnya kita perlu tahu apa itu komunikasi empatik, atau komunikasi dengan empati. (lebih…)

Citra Diri, Modal Utama Membina Persahabatan November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
6 comments

“Persahabatan melipatgandakan kegembiraan dan memotong kesedihan menjadi separuhnya.”
Begitulah kata-kata hikmah tentang persahabatan yang kebenaran maksudnya tidak bisa kita tolak. Persahabatan merupakan sesuatu yang vital dalam kehidupan seseorang, bahkan di zaman kita sekarang ini di mana interaksi manusia lebih banyak berlatar belakang mencari keuntungan materi belaka. Kesetiaan dan saling mendukung dalam kesenangan dan kesusahan dalam persahabatan merupakan landasan hubungan antara manusia yang membuahkan kebahagiaan dan ketenangan hidup. (lebih…)

Bicara Efektif di Muka Umum November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
2 comments

Sudah bukan lagi masanya untuk menjadi remaja pasif! Setelah mulai sekitar 20 tahun lalu cara belajar siswa aktif dikampanyekan pemerintah, kini jadi remaja aktif tentu sudah seakan gerak reflek bagi Anda semua.
Salah satu keaktifan yang perlu Anda pelajari dan latih adalah ketrampilan berbicara di depan umum. Oke, Anda sekarang mungkin sering menderita demam panggung jika diperintah maju oleh guru. Gemetar, keringat dingin keluar, dan bicara pun tergagap-gagap. Malu dong kalo muslim muda seperti itu. Nah, inilah saatnya Anda mengobati demam panggung itu. (lebih…)

Bertengkar yang Sehat November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
2 comments

Punya teman tentu menyenangkan, apalagi yang sudah setia hingga sebutannya sudah tak teman lagi, tapi sahabat. Mau curhat tinggal cerita, terlebih lagi jika sang sahabat adalah orang yang kerap kali menunjukkan jalan keluar bagi masalah kita. Sebaliknya, kita yang jadi sahabat dia juga harus siap untuk menjadi wadah curhat, trus beri pula jalan keluar yang baik baginya. Persahabatan yang saling mengisi seperti ini tentu membuat dunia kita jadi tenteram, hidup pun enjoy saja. (lebih…)

Empat Alat Manajemen Waktu November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in Manajemen Diri.
13 comments

Waktu selalu menyertai kita. Waktu tak akan bisa kembali lagi. Hari kemarin tetap hari kemarin. Tidak ada mesin waktu kayak di cerita-cerita konyol. Siapa yang nggak bisa memanajemen waktu dengan baik akan tertebas waktu itu sendiri.
Oke, manajemen waktu pernah dibahas di rubrik ini. Namun selalu ada pengembangan-pengembangan baru yang kita perlu tahu untuk memanajemen waktu dengan baik. Kali ini, pertama kali Anda kudu punya komitmen untuk mengatur waktu, dan seterusnya, aturlah waktu dengan 4 alat manajemen waktu di bawah ini!

(lebih…)