jump to navigation

Misteri Holocaust November 28, 2006

Posted by Irvan Syaiban in What Really Happened?.
trackback

Setiap bulan Mei, tepatnya tanggal 9, dunia Barat, khususnya mantan pasukan Sekutu, merayakan berakhirnya Perang Dunia II. Bagaimana pun juga, perang yang akibatnya hampir melanda seluruh dunia itu telah menorehkan sejarah tersendiri bagi umat manusia. Dunia masih ingat, Perang Dunia II menyisakan kenangan tentang kekejaman paham ultra-nasionalis Nazi, dan holocaust.
Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman dan kelompoknya selama Perang Dunia II. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai Shoah, istilah Ibrani yang berarti malapetaka atau bencana hebat. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar. Secara asal, holocaust artinya adalah persembahan api atau pengorbanan religius dengan pembakaran. Konon, Nazi Jerman dipercaya telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi.

Kebencian Jerman
Latar belakang cerita pemusnahan ini terletak jauh setelah akhir Perang Dunia I (PD I) di mana Jerman berada pada pihak yang kalah. Waktu itu, banyak orang Jerman yang menyalahkan Yahudi sebagai sebab kekalahan Jerman pada PD I, beberapa bahkan mengklaim Yahudi telah berkhianat kepada negara selama perang. Tambahan lagi, pada akhir PD I, sekelompok Yahudi mencoba mengobarkan revolusi ala Bolshevik Soviet di negara bagian Jerman, Bavaria. Orang Jerman semakin menganggap Yahudi adalah musuh yang berbahaya bagi negara.
Saat itu, Nazi sebagai sebuah partai politik mampu menarik massa dengan basis pandangannya yang anti Semit. Hitler, pemimpin Nazi, menyalahkan keadaan buruk Jerman pada akhir PD I pada konspirasi Yahudi internasional. Nazi percaya Yahudi bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai degenerasi masyarakat modern.
Ketika Nazi naik panggung politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda mereka disita, rencana untuk mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai, konon, pemusnahan fisik yang berarti pembantaian.
Musim semi 1941, Nazi mulai membantai Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai sumber hidup Bolshevisme. Orang Yahudi menggali lubang kubur mereka sendiri kemudian ditembak mati. Musim gugur tahun yang sama, Nazi meluaskan pembantaian ke Polandia dan Serbia. Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen. Kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk membunuh orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan. Ada juga cerita orang Yahudi yang dibakar hidup-hidup dalam tungku. Bahkan, ada yang percaya Nazi Jerman membuat sabun dari lemak orang Yahudi dan kelambu lampu dari kulit orang Yahudi.

Sejarah Dipertanyakan
Selama kurang lebih 2 dekade, ‘sejarah’ pembantaian ini bertahan di benak orang. Kesaksian dan memoar orang Yahudi yang bertahan hidup dari holocaust menceritakan semua kengerian di atas. Sampai pada 1964, Paul Rassinier, korban holocaust yang selamat, menerbitkan The Drama of European Jews yang mempertanyakan apa yang diyakini dari holocaust selama ini. Dalam bukunya, ia mengklaim bahwa sebenarnya tak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi, tak ada kamar gas, dan jumlah korban tidak sebesar itu.
Arthur Butz menerbitkan The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry pada 1976. Ia mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak digunakan untuk membunuh orang tapi untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.
Mengenai kematian massal di Auschwitz, Robert Faurisson, profesor literatur di University of Lyons 2 mengklaim tipus-lah yang membunuh para tawanan itu, dan bukan kamar gas.
Seorang ahli konstruksi dan instalasi alat eksekusi dari AS, Fred Leuchter, pergi ke Auschwitz dan mengadakan penyelidikan serta tes di tempat itu. Kesimpulannya adalah kamar gas di Auschwitz tidak mungkin digunakan untuk membunuh orang.
Setelah orang-orang ini mempertanyakan kebenaran holocaust, gelombang kritisasi dan penyangkalan terhadap apa yang terjadi di holocaust mulai bangkit. Mereka yang meragukan kebenaran holocaust ini menyebut dirinya sebagai revisionis.

Holocaust yang Meragukan
Secara umum, revisionis setuju dengan sejarawan lain bahwa negara Jerman di bawah Nazi memperlakukan Yahudi dengan kejam dan bengis. Pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman merupakan hal-hal yang masih diiyakan oleh para revisionis. Yang disangkal para revisionis adalah bahwa Jerman mempunyai kebijaksanaan tertentu untuk memusnahkan orang Yahudi dengan memasukkan mereka ke kamar gas atau tungku. Revisionis juga menyatakan jumlah 5,9 atau 6 juta korban sebagai pernyataan tanpa bukti yang dibesar-besarkan.
Keraguan-keraguan revisionis ini bersumber dari tidak adanya dokumen Jerman yang berisi masterplan pemusnahan orang Yahudi di Eropa. Tidak ada dokumen tentang perintah, rencana, anggaran, rancangan senjata untuk pemusnahan Yahudi. Yang ada hanyalah ucapan-ucapan petinggi Nazi yang menggambarkan kebencian terhadap Yahudi.
Foto-foto tawanan di kamp-kamp di Dachau, Buchenwald, dan Bergen-Belsen juga dipertanyakan penggunaannya. Memang, foto-foto itu menampilkan kondisi tawanan yang memprihatinkan. Tapi, revisionis yakin bukan penyiksaan dan kamar gas-lah yang menyebabkan mereka seperti itu. Sebabnya adalah lebih karena malnutrisi, epidemi tipus, disentri, dan diare. Penyakit-penyakit ini malah timbul sebagai akibat pemboman pasukan sekutu yang memutus jalur distribusi pangan, obat, dan pelayanan sanitasi.
Anehnya lagi, foto-foto yang selalu ditampilkan dalam sejarah adalah foto-foto yang mengerikan. Padahal pihak revisionis berhasil menemukan foto-foto yang diambil pada saat yang sama namun menampakkan para tawanan yang sehat. Mereka bercakap-cakap sambil tertawa di kamp. Ada kerumunan tawanan yang bergembira melempaarkan topi merayakan pembebasan mereka. Namun, mengapa foto-foto yang terakhir ini tak pernah muncul?
Kamar gas memang ditemukan di Auschwitz. Namun, para revisionis mengklaim bahwa kamar gas beserta Zyklon-B tidak mungkin digunakan untuk eksekusi manusia, melainkan untuk pengasapan pakaian agar bakteri-bakteri di pakaian mati. Dari prosedur kesehatan inilah, mitor pembunuhan dengan kamar gas muncul.
Museum Auschwitz, museum tentang holocaust, selama 50 tahun mengklaim bahwa 4 juta manusia dibunuh di sana. Sekarang mereka malah mengklaim mungkin hanya 1 juta korban. Revisi klaim ini pun tidak didukung oleh dokumentasi 1 juta orang tersebut. Lalu, kebohongankah jumlah 3 juta manusia selama setengah abad itu?
Hal yang penting lagi adalah jika memang ada pembunuhan massal di Polandia terhadap Yahudi tentu Palang Merah, Paus, pemerintah sekutu, negara netral, pemimpin terkemuka waktu itu akan tahu dan menyebutnya dan mengecamnya. Tapi ternyata tidak ada.
Winston Churchill menulis 6 jilid karya monumentalnya, The Second World War, tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Eisenhower menulir memoarnya, Crusade in Europe, juga tak menyebut tentang kamar gas.

Keuntungan dari Cerita Sedih
Manakah yang benar? Revisionis atau pro-holocaust yang mempertahankan jumlah 6 juta korban, pembantaian terencana, dan kamar gas? Wallahu a’lam. Yang jelas ada keuntungan dari gembar-gembor holocaust yang mungkin dilebih-lebihkan ini. Keuntungan tersebut adalah untuk orang Yahudi.
Yahudi yang merasa menjadi korban kemudian meminta tanah di Palestina, meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan ke negara lain sambil terus memelihara ingatan dunia akan holocaust. Rakyat Palestina-lah yang menderita.
“Seluruh negara Yahudi dibangun di atas kebohongan holocaust.. apa bukti Hitler dan Nazi membunuh 6 juta Yahudi di kamar gas? Tidak ada bukti sama sekali, kecuali kesaksian dari sedikit Yahudi yang selamat. Jika 6 juta Yahudi telah dibakar, tentu akan ada segunung abu manusia, tapi kita tidak pernah mendengarnya. Tidak ada juga oven yang mampu membakar jutaan orang tanpa ada yang mencium baunya. Tidak ada bukti tentang sejumlah itu Yahudi yang hidup di Jerman pada 1930-an. Jumlah mereka kurang dari 4 juta dan setengah dari mereka telah mengungsi ke Soviet selama perang.” Kata Mahmud Al-Khatib di harian Al-Arab Al-Yaum di Yordania.
Mufti Jerusalem, Syaikh Ikrimah Sabri, di New York Times berkata, “Banyak terjadi pembunuhan massal di dunia ini. Mengapa holocaust ini terasa lebih penting? Jika ini adalah permasalahan kita, tak ada yg peduli –entah ketika tentara perang Salib membantai muslim atau pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina oleh Israel. Dan kita tidak terus menerus menggunakan dan menggunakan pembantaian ini untuk mengingatkan dunia tentang hutang dunia terhadap kita.
Saya tidak pernah menolak bahwa holocaust terjadi, tapi kita percaya bahwa jumlah 6 juta itu dilebih-lebihkan. Yahudi menggunakan isu ini, dalam banyak cara, untuk memeras Jerman secara finansial. Holocaust merupakan alasan bahwa tidak ada kerusuhan yg lebih besar terhadap Israel sebagai sebuah kekuatan pendudukan. Holocaust melindungi Israel. Bukanlah kesalahan kita jika Hitler membenci Yahudi. Bukankah mereka (Yahudi) sangat dibenci di mana pun?”

Detil-detil holocaust masih merupakan misteri. Yahudi masih berkepentingan menjaga holocaust semengerikan mungkin sepanjang masa dengan cara apa pun. Revisionis masih mengungkap konspirasi di balik propaganda holocaust ini. Alhamdulillah, umat Islam di negeri kita sekitar sepuluh tahun lalu menolak beredarnya film Schlinder’s List yang menceritakan penderitaan Yahudi di bawah Nazi. Jika kita menontonnya, mungkin kita akan menangisi penderitaan orang Yahudi dan lupa akan betapa biadabnya Yahudi membantai rakyat Palestina. (*)

Sumber:
The Holocaust Controversy: The Case for Open Debate, by Bradley R. Smith
Holocaust Denial in the Middle East: The Latest anti-Israel, Anti-Semitic Propaganda Theme, by Anti-Defamation League
Holocaust, by David Bankier, Encarta Reference Library

Komentar»

1. Nelly - Desember 18, 2006

Apakah hanya bentuk kekerasan tersebut aja yang dilakukan kaum Nazi..? Sebenarnya siapa pemimpin dari kaum Nazi? Dan kapan diterbentuknya?

2. alle - Desember 18, 2006

ternyata ini cukup membingungkan…

3. verny - Januari 5, 2007

Apakah holocaust itu ada atau tidak masih membingungkan..tapi yang harus kita sadari bahwa sejarah itu banyak dikarang dan kita jgn percaya sepenuhnya pada sejarah.sharsnya kita mencari lebih dalam apa yg trjadi. Kalau menurut saya untuk saat ini yg kita pentingkan adalah bagaimana penderitaan rakyat palesrina,kaum yahudi telah bnyk bekerja sama dengan banyak negara di dunia.mungkinn isu holocaust cuma sbg alasan yahudi untuk m`perkuat negaranya..

4. Arya - Januari 15, 2007

Setuju…….dg mbak verny

5. Bonit - Januari 30, 2007

apakah salahnya umat yahudi hinggah membuat jerman dan sekutunya begitu benci terhadap mereka??????? Saya tidak mau mengambil pusing apakah holocaust itu ada atau tidak yg terpenting kita ambil hikmahnya dari semua yg telah terjadi di dunia ini.

6. Erik - Februari 25, 2007

Berdasarkan penelitian Robert Faurisson, seorang sejarawan. Holocaust tidak mungkin terjadi berdasarkan fakta-fakta yang ada. (dapat dilihat di http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/perspektif/index_perspektif.htm)

7. junita - Maret 8, 2007

sebenernya saya sangat tertarik dengan kajian ini mengingat kita sekarang sedang dalam ancaman yahudi.jadi sekarang pengen tahu lebih banyak

8. podji - Maret 15, 2007

saya gak mo komentar…cuma mo minta tolong aja….
saat ini saya lagi nyelesain skripsi saya tentang propaganda Zionis melalui holocaust….
klo ada yang punya info tlg kirim email ke saya…
karena saya lagi kesulitan cari bahan itu….
terimakasih sebelumnya…..

9. dodo - Maret 21, 2007

to junita yaa
Bangsa Yahudi setau gw gk pernah ngancem kita

Taw dr mana yaa itu????

10. syahid fadly - Mei 13, 2007

holocaust! kayanya ga masuk akal terjadinya. sesuai dengan pengakuan orang yahudi eropa bahwa mereka dibantai sebanyak 60.000.000 orang dalam jangka waktu beberapa jam saja oleh nazi. ini sangat tidak masuk akal dari jumlah kuantitas orang yahudi sekarang ini adalah sebanyak 20.000.000 lebih kurang yang ada di penjuru dunia, mana mungkin di jerman saja sebanyak 60.000.000 sedangkan sekarang hanya 20.000.000 orang penganut yahudi diseluruh dunia.
dan juga sangat tidak masuk akal mengapa mereka ( yahudi ) pindah ke PALESTINA, mereka tidak memiliki salah apapun, dan itu kalau memang terjadinya holocaust. seharusnya jermanlah atau orang eropalah yang bertanggungjawab atas semua itu,dengan membagikan sebagian petak tanah eropa untuk israel bukan PALESTINA yang menjadi korban.nah jika memang betul TIDAK terjadi Holocaust sudah pasti kita menolak atas pembohongan publik dan yahudi harus segera hengkang dari arab paelstina dalam artian, ada maupun tidak adanya peristiwa holocaust KITA UMAT ISLAM SEDUNIA SEPAKAT DENGAN PENGHAPUSAN NEGARA ISRAEL DARI PETA DUNIA. ALLAHUAKHBAR!!!!

11. koey raka - Mei 24, 2007

menurut gw yahudi sudah mempunyai takdir untuk menjadi negara pengacau dunia sebagaimana yang termuat dalam al-qur’an, penyebar propaganda dengan cara2 nya yang licik dibalik peristiwa holocoust ini yahudi menjalankan taktiknya. kita patut untuk tidak mempercayai akan sejarah ini karena bukti dan kebenarannya tidak ada………Israelah bukti kebenarannya bahwa merekalah yang biadab !!

12. narto - Mei 27, 2007

buat syahid…
bukan 60.000.000, tapi 6.000.000

13. Dimas - September 22, 2007

Hati2 dengan produk minuman berkarbonasi yg udah mendunia(produk israel),itu tuh…!!!Denger2 perusahaan itu brani memberikan laba bersihnya dalam satu hari cm buat kpentingan militer israel…Kompak bnget yak??

14. v1ru5 - September 23, 2007

ISrael pembual

15. sofyan - September 26, 2007

Bangsa Yahudi memang sudah ditakdirkan musnah di akhir zaman..jadi tunggu tanggal mainnya saja…tangn gw jg udah gatel tuk action.